Kamis, 19 Januari 2012

LINGKUNGAN PEMASARAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang
Semua perusahaan, baik yang berorientasi profit maupun non profit, harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan konsumen bila ingin tetap dapat beroperasi secara berkesinambungan dan sukses.  Kemampuan perusahaan dalam menentukan siapa yang menjadi konsumen dari produk/jasa yang dihasilkan merupakan salah satu kunci keberhasilan perusahaan.  Berikutnya barulah perusahaan dapat memfokuskan diri untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen, cara-cara memenuhi kebutuhan itu dan akhirnya mengusahakan konsumen untuk tetap mengkonsumsi produk/jasa yang ditawarkan perusahaan.
Di samping itu, perusahaan harus memiliki kemampuan pula untuk menyampaikan informasi kepada konsumen bahwa mereka telah menghasilkan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Di sinilah fungsi pemasaran (marketing) menonjol. Ia menjadi penghubung antara organisasi dan konsumen.  Dalam pemasaran terdapat lingkungan pemasaran yang terdiri dari beberapa faktor dan kekuatan yang mampu mempengaruhi perkembangan suatu perusahaan. 
Dari latar belakang diatas, penulis menyusun resume yang berjudul Analisis Lingkungan Pemasaran Internal dan Eksternal dan sekaligus untuk memenuhi dan menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Manajemen Pemasaran. 


1.2.       Tujuan
Adapun tujuan dalam penyusunan resume ini adalah :  
a.       Memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Manajemen Pemasaran
b.      Mengetahui dan memahami mengenai lingkungan pemasaran pada suatu perusahaan. 
c.       Mengetahui dan memahami beberapa lingkungan pemasaran






BAB II
PEMBAHASAN


Didalam suatu pemasaran terdapat Lingkungan Pemasaran. Lingkungan Pemasaran yaitu Perilaku dan kekuatan di luar pasar / pemasaran yang berdampak pada kemampuan mengelola pemasaran untuk mengembangkan dan yang mampu menjaga transaksi dengan pelanggan bisa berlangsung dengan lancar. Atau dapat juga diartikan Lingkungan pemasaran merupakan berbagai faktor dan kekuatan diluar bagian pemasaran yang mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan pelanggan.
            Manajemen pemasaran harus dapat terus menerus mengawasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang selalu berubah melalui informasi intelejen pemasaran dan riset pemasaran, karena perubahan lingkungan menawarkan peluang dan ancaman yang mempengaruhi perusahaan.
Struktur dari sistem pemasaran terbentuk oleh dua komponen subsistem lingkungan utama yakni subsistem Lingkungan Internal dan Lingkungan Eksternal.
            Struktur Lingkungan Pemasaran:
Untitledn.png
2.1.       Lingkungan Internal
Yaitu berbagai faktor kekuatan yang dekat dengan perusahaan atau berbagai hal atau pihak yang terkait langsung dengan kegiatan sehari-hari dalam suatu pemasaran dan memepengaruhi langsung setiap program dan kebijakan pemasaran dalam melayani pelanggannya.  Linkungan internal bersifat universal meliputi keseluruhan fungsi-fungsi yang dilakukan oleh setiap pebisnis.  Lingkungan internal menjadi dasar untuk mengetahui kekuatan/strengths dan kelemahan/weaknesses perusahaan. 
Lingkungan internal adalah kegiatan-kegiatan internal perusahaan yang dapat dikendalikan.  Artinya, untuk mencapai tujuan dan menjalankan strategi pemasaran, pemasar mampu melakukan pengendalian atau pengaturan atas operasi kegiatan-kegiatan tersebut seperti yang dikehendaki perusahaan.  Perusahaan dapat melakukan alokasi sumber daya secara produktif melalui koordinasi faktor manusia dan alat-alat manajemen. 
Pengendalian yang tidak optimal akan menghambat efektivitas kegiatan operasional organisasi.  Oleh karena itu analisis lingkungan internal merupakan faktor penentu untuk menyusun strategi pemasaran.   Bisnis yang mempunyai konsep produk (product driven), misalnya mengutamakan kegiatan produksinya lebih dominan dari pada kegiatan-kegiatan lain.  Akan tetapi bisnis yang mempunyai konsep dasar (market driven) akan berusaha memahami dan mengendalikan pasar dan persaingannya.  Pada struktur sistem lingkungan pemasaran, aspek lingkungan internal dapat dibedakan menjadi dua aspek yaitu aspek pemasaran dan aspek non-pemasaran. 
Pemahaman lingkungan internal (fungsi pemasaran dan non-pemasaran) pada umumnya perlu ditekankan pda aspek:
a.       Manusia
·         Kompetensi : Memiliki karyawan atau guru yang memiliki kompetensi (kemampuan) yang ia miliki. Serta memenuhi syarat-syarat rekuitmen.
·         Place man : orang yang berkompeten ditempatkan sesuai dengan keinginan dan kemampuannya.
·         Dengan syarat: Apabila memiliki karakteristik kepribadian yang congruent dengan kepribadian yang sesuai maka akan sesuai.
·         Promosi, kenaikan jabatan, orang yang berkompeten dan yakin memiliki kenaikan prestasi yang lebih baik.



b.      Kebijakan
·         Visi dan misi yang di bentuk akan membuat kita lebih tau apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam visi dan misi yang sudah kita bentuk.
·         Aturan-aturan yang digunakan dalam menajalankan Visi dan Misi akan membuat kita lebih tau mana yang harus boleh dilakukan atau tudak boleh dilakukan untuk mencapai target yang mesti dicapai dalam pendidikan.
c.       Kepemimpinan
·         Kepemimpinan yang sentralistik / otoriter, gaya kepemimpinan yang apapun yang dilakukan karyawan tergantung dari keputusan pemimpin.
·         Kepemimpinan yang lepas tangan, yang dimana pemimpin dalam suatu melaksanakan kegiatan pekerjaannya sebagai pemimpin menyerahkan semua pekerjaannya kepada karyawan atau bawahannya. Dengan melakukan fungsi manajemen, seperti controlling(pengawasan) agar bahawan merasa dalam melakukan suatu pekerjaan ada yang mengawasi dan mengontrolnya. Setelah itu melakukan suatu evaluasi dalam pekerjaan suatu karyawan.
·         Kepemimpinan yang demokratis, dimana dalam kepemimpinan ini dalam mengambil suatu keputusan melibatkan bawahan atau karyawannya. Bawahan diberi kebebasan dalam mengeluarkan pendapat dan keputusan.
·         Kepemimpinan yang berorientasi pada tugas, yang dimana dalam pelaksanaannya lebih menekankan dalam tugas yang harus dikerjakan.
·         Kepemimpinan yang people oriented, seorang pemimpin yang selalu memperhatikan karyawannya serta selalu memberikan semangat kepada bawahannya.
d.      System Reward
Dalam suatu kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh karywan atau bawahan diperlukan suatu penghargaan(reward) kepada bawahan, agar bawahan merasa bahwa mereka memang perlu di butuhkan dalam suatu pekerjaan tersebut.  Dalam system reward mempunyai 2 sifat, yaitu:
·         Materi : berupa tunjangan-tunjangan gaji, tunjangan transport, tunjangan anak dan istri,dll.
·         Non Materi: berupa pujian-pujian kepada bawahan.


e.       Culture (budaya)
Value atau nilai-nilai yang perlu dipergunakan yang mampu menunujukan identitas organisasi.

2.1.1.    Lingkungan Internal-Pemasaran (Bauran Pemasaran)
Pada umumnya aspek pemasaran meliputi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan:
·         Perencanaan Barang ( Product)
·         Penetapan Harga (Price)
·         Program Promosi (Promotion)
·         Saluran Distribusi (Place)
Kegiatan-kegiatan (four P’s) tersebut seringkali disebut sebagai bauran pemasaran (marketing mix).  Philip kotler menambahkan dua unsur pemasaran lagi yaitu Political Power dan Public Relation.  Stan Rapp juga menambahkan dua unsur pemasaran yaitu double D’s ( Data base dan Dialogue). 

2.1.2.    Lingkungan Internal-NonPemasaran
Aspek nonpemasaran adalah kegiatan-kegiatan fungsional atau operasional perusahaan (selain kegiatan pemasaran) antara lain:
·         Produksi
·         Personalia
·         Keuangan
·         Penelitian dan Pengembangan
·         Administrasi

2.2.       Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal kegiatan pemasaran adalah pengaruh-pengaruh tidak langsung yang berada di luar kekuasaan atau kendali pemasaran.  Pengaruh-pengaruh tersebut akan memaksa pemasar untuk menyesuaikan arah dan strateginya agar tetap survive di lingkungannya.  Situasi maupun perubahan yang terjadi pada lingkungan luar ini dapat memberikan peluang atau hambatan yang dapat dimanfaatkan atau diatasi oleh pemasar.  Akan tetapi seberapa luas peluang maupun hambatan pemasaran tergantung dari kemampuan atau kepekaan  pemasar (sense of business) untuk melihatnya. 
Tidak setiap pemasar mampu menangkap atau bahkan “menciptakan” peluang atau hambatan tersebut.  Lingkungan eksternal menjadi dasar untuk mengetahui peluang/opportunities dan ancaman/threths. 

2.2.1.      Lingkungan Eksternal-makro
a.              Kondisi perekonomian
Perekonomian adalah kondisi lingkungan eksternal yang berkaitan dengan persoalan keseimbangan penggunaan sumberdaya yang terbatas oleh berbagai pihak untuk menjalankan kegiatan produksi. Konsekuensi dari masing-masing sistem yang diterapkan oleh masing-masing Negara serta kegiatan pertumbuhan ekonominya memberikan pengaruh terhadap kegiatan perusahaan.  Untuk dapat memahaminya, diperlukan berbagai indicator yang dapat menjelaskan kegiatan-kegiatan ekonomi suatu Negara, antara lain:
·         Pendapatan dan produk nasional (GNP, GDP, Tingkat Konsumsi)
·         Harga, upah, produktivitas (Tingkat Inflasi, Index Harga)
·         Investasi (Industry, Peralatan)
·         Tabungan (Personal, Bisnis)
·         Tenaga dan kesempatan kerja (jumlah TK, Unemployment)
·         Kegiatan pemerintah (PJP, Pelita, APBN)
·         Transaksi internasional (Neraca Perdagangan, Ekspor, Impor)

b.             Hukum, politik dan peraturan pemerintah
Pemerintah mengendalikan kegiatan dan warganegaranya dengan berbagai hukum, politik dan peraturan-peraturan. Dan hal-hal yang diperhatikan:
·         Hukum lokal, Dagang, Internasional
·         Badan Arbitrasi, Hak Cipta
·         Kestabilan dan resiko politik
·         Kebijakan Moneter dan Fiskal
·         Investasi dan Industri
·         Perbankan dan Perdagangan DN dan LN



c.              Kependudukan dan keseimbangan lingkungan
Kegiatan penduduk maupun perusahaan dalam usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhannya tidaklah dengan bebas menggunakan sumberdaya yang terbatas. Salah satu pengendalian selain pemerintah adalah keseimbangan lingkungan. Sistem yang baik akan memberikan tempat kegiatan bagi warganya dengan baik pula.
Oleh karena itu, perlu dijaga keseimbangannya dengan baik.
·         Perubahan dan komposisi penduduk
·         Distribusi pendapatan penduduk
·         Penyebaran dan pendapatan penduduk
·         Besar anggauta dan siklus kehidupan keluarga
·         Persediaan sumberdaya alam
·         Pencemaran dan ekosistem

d.             Teknologi
Kemajuan teknologi mempengaruhi perkembangan kegiatan proses produksi. Perubahan-perubahan lingkungan teknologi tersebut memberikan pengaruh besar terhadap perusahaan. Untuk mengendalikannya, perusahaan perlu mengembangkannya sendiri. Yaitu semakin banyak pusat-pusat riset pengembangan teknologi dibangun oleh perusahaan-perusahaan.
Tahap perkembangan teknologi:
·         Tahap teknologi bari atau inovasi
·         Tahap pengembangan teknologi
·         Tehap penggunaan teknologi

e.              Sosial dan kebudayaan
Perkembanan-perkembangan yang perlu diperhatikan antara lain:
·         Kultur dan Etos kerja
·         Konsep Keluarga dan Masyarakat
·         Perubahan gaya hidup
·         Pendidikan dan kualitas kehidupan
·         Kehidupan religious
·         Globalisasi
·         Transportasi dan komunikasi
2.2.2.      Lingkungan Eksternal-Mikro
Lingkungan eksternal yang langsung berpengaruh terhadap kegiatan pemasaran adalah lingkungan luar-mikro.  Lingkungan luar-mikro meliputi pelaku-pelaku yang aktif berperanan dalam proses kegiatan pemasaran.  Meskipun keberadaanya di luar, tetapi pemasar masih dapat mempengaruhi kegiatan-kegiatan mereka.   Dengan kata lain pemasar mampu mengendalikan lingkungan luar-mikro. 
Dilihat dari arus proses operasional pemasaran, maka fungsi komponen-komponennya dapat dibedakan pada kegiatan arus hulu (ups-stream) dan arus hilir (down-stream).  Komponen  yang berada pada arus hulu adalah pemasok, yaitu pelaku pemasaran yang menyediakan masukan (input) sumberdaya (material, sumber dana, tenaga kerja, informasi, dan sebagainya) bagi perusahaan.  Komponen yang termasuk pada aru ilir adalah penyalur dan pasar.  Manurut keberadaan dan kegiatannya, penyalur dibedakan antara pedagang besar (wholesaler) dan pengecer (retailer).  Sesuai dengan tujuan pembelianya, pasar dibedakan antara pasar industrial (konsumen antara) dan pasar konsumen akhir. 
a.              Pemasok
Pemasok pemasaran perusahaan adalah lembaga-lembaga atau individual yang melakukan kegiatan penyediaan sumber daya yang diperlukan untuk operasional perusahaan.  Masukan sumber daya yang diperlukan dapat berupa sumber daya material, peralatan, tenaga kerja, tenaga penggerak, sumber dana modal, metode, informasi, waktu, moral, atau sumber daya inspirasi atau gagasan.
Meskipun pemasok memberikan pengaruh langsung terhadap tujuan dan strategi pemasaran, tetapi sebaliknya perusahaan juga mampu mengendalikan mereka.  Seberapa jauh pemasar mampu mengendalikan pemasok tergantung beberapa kondisi:
·      Peran produk yang ditawarkan pemasok
·      Potensi pemasok melakukan integrasi ke depan
·      Persaingan antar pemasok



b.             Pesaing
Komponen lingkungan pesaing meliputi keseluruhan barang dan jasa maupun perusahaan-perusahaan yang menghasilkan produk untuk memperebutkan pasar yang sama.  Adanya pesaing mendorong perusahaan untuk meningkatkan kualitas produknya, tetapi juga mempersempit gerak pemasaran perusahaan.  Keberadaan pesaing  mempengaruhi langsung pemasaran perusahaan, untuk itu perlu dikendalikan.  Sehingga keberadaanya dapat membantu kegiatan pemasaran dengan baik. Produk dan perusahaan pesaing dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok.  Empat golongan pesaing bagi perusahaan adalah:
·              Perusahaan yang memproduksi barang-barang dan atau harga yang relatif sama.  Pesaing dari honda adalah toyota, peugeot maupun mitsubishi.  BMW maupun mercedes bukan pesaing honda karena termasuk mobil-mobil mewah. 
·              Perusahan yang bergerak dalam industri yang sama, atau membuat barang pada kelasyang sama. 
·              Perusahaan yang memproduksi barang untuk memenuhi kebutuhan maupun keingingan konsumen yang sama.  Pesaing honda sekarang tidak hanya seluruh perusahan mobil tetapi juga perusahaan yang memproduksi jasa transportasi, misalnya kerta api, taksi, bis kota, sepada dsb. 
·              Perusahaan yang bersaing untuk memperebutkan uang konsumen.  Sehingga pesaing honda adalah bukan perusahaan dalam industri transportasi atau jasa transportasi tetapi juga industri real estate, investasi, emas-permata dsb. 
c.              Perantara
Perantara adalah individual atau lembaga-lembaga usah yang kegiatannya adalah menyampaikan barang dan jasa secara langsung atau tidak langsung dari pemasar ke konsumen.  Perantara atau penyalur dapat merupakan usaha yang independen maupun dependen dan sebagainya. 
Perantara yang independen adalah para pedagang yang membeli barang dari perusahaan.  Mereka dapat merupakan pedangan besar atau pedagang eceran.  Fungsi pedagang besar hanya menjual dan melayani kepada para pengecer atau pasar konsumen antara.  Pengecer berfungsi melayani secara langsung kepada konsumen akhir.  Perantara dependen merupakan kepanjangan dari kegiatan pemasaran perusahaan untuk mendekati pasar.  Oleh karena itu kegiatan perantara ni memang dapat dikendalikan oleh perusahaan.  Mereka ini adalan para agen atau cabang-cabang kantor pemasaran. 


d.             Pasar
Pasar adalah himpunan pembeli (individual maupun organisasional) aktual maupun potensial atas produk tertentu.  Pasar mempunyai tiga karakteristik:
·           Minat karena mempunyai kebutuhan maupun keinginan terhadap barang dan jasa tertentu. 
·           Kemampuan membeli karena mempunyai sesuatu yang bernilai (misalnya uang) untuk dipertukarkan dengan barang yang diperlukan
·           Akses pembelian atau kesediaan untuk merealisasikan pertukaran tersebut. 
Pasar meliputi pasar konsumen atanra intermediate consumer dan final consumer.  intermediate consumer adalah pasar yang membeli barang untuk dijual atau diproses menjadi barang lain dan dijual kembali.

2.3.       Pola Pengaruh Sistem Lingkungan
Interaksi antara lingkungan internal dan lingkungan eksternal pemasaran mempunyai keterkaitan terhadap tujuan maupun strategi pemasaran. Analisis terhadap lingkungan eksternal dapat menjelaskan adanya peluang dan ancaman bagi organisasi perusahaan.  Analisis terhadap lingkungan internal dapat memperlihatkan kekuatan dan kelemahan organisasi. 
















Skema 2.2 Pengaruh Sistem Lingkungan Pemasaran

Peluang pemasaran perlu dimanfaatkan dan hambatan pemasaran perlu diatasi.  Kekuatan organisasi perlu dipergunakan untuk memanfaatkan peluang atau mengatasi hambatan lingkungannya.  Kelemahan organisasi perlu dikompensasi sehingga perusahaan mempu mengahadapi lingkungannya.  Berdasarkan analsis peluang/ancaman maupun kekuatan /kelemahan tersebut perusahaan dapat menentukan tujuan pemasaran yang dapat merupakan sasarannya.  Sehingga cara pencapaian tujuan atau strategi-strategi pemasaran dapat dirumuskan dan dikembangkan untuk pedoman kegiatan pemasaran berikutnya. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar